Galleri Sampah Indonesia
Artwork By Broygodoy
movement program Seni Dan Lingkungan Artwork Galleri Tanah Air
menanam pohon adalah ibadah
oleh : Fajr Muchtar
“Ketika pohon terakhir ditebang,
Ketika sungai terakhir dikosongkan,
Ketika ikan terakhir ditangkap,
Barulah manusia akan menyadari bahwa dia tidak dapat memakan uang.”
Ketika sungai terakhir dikosongkan,
Ketika ikan terakhir ditangkap,
Barulah manusia akan menyadari bahwa dia tidak dapat memakan uang.”
Kutipan itu langsung mengingatkan
saya pada film animasi Hollywood, Wall E. Sebuah film fiksi fantasi tentang
masa depan kehidupan manusia pada tahun 2110 yang didominasi oleh teknologi nan
canggih, tapi tetap artificial. Ada kerinduan para penghuni pesawat angkasa itu
pada kehidupan bumi yang asri. Oleh karena itu komandan pesawat AXIOM, membuat
sebuah robot bernama Eve untuk mencari tanda-tanda kehidupan di bumi yang sudah
sangat tercemar.
Eve kemudian bertemu dengan Wall E,
sebuah robot terdahulu yang bertugas membersihkan bumi. Wall E lah yang
menemukan pohon terakhir dan merawatnya dalam sebuah sepatu usang. Dalam
petualangan yang panjang, berliku dan mendebarkan sampailah “tanda kehidupan
terakhir” itu kepada komandan kapal yang kemudian memerintahkan untuk kembali
membangun bumi.
Film itu memanglah sebuah fiksi.
Namun jika manusia tak segera sadar dan terlalu rakus untuk menebang pohon demi
pohon hanya untuk memenuhi isi dompetnya, maka bersiaplah untuk menghadapi
kehancuran peradaban manusia. Oleh karena itu sebelum terlambat harus segera
kembali menanam pohon demi pohon. Karena kita sangat tahu bahwa pertumbuhan
pohon tidaklah secepat penebangannya.
Paling tidak ada 7 alasan untuk
sesegera mungkin menabung pohon.
1. Pohon sebagai penyumbang oksigen
Siapa tak butuh oksigen? Semua
makhluk hidup memerlukan oksigen untuk bernafas. Oksigen inilah yang menjadi
faktor paling penting dalam kehidupan manusia dan pepohonan bisa menjadi pabrik
oksigennya dengan gratis. Asal mau menanam. Bayangkan kalau kita harus membeli
oksigen, berapa banyak uang harus kita keluarkan? Oleh karena itu menanam pohon
mutlak diperlukan. Berapa banyak oksigen bisa dihasilkan dari sebuah pohon?
Arbor Day Foundation menyebutkan bahwa sebuah Pohon rindang matang
menghasilkan oksigen untuk sebanyak 10 orang menarik napas dalam
setahun dalam satu musim. Selain itu Sebuah pohon dewasa tunggal dapat
menyerap karbon dioksida pada tingkat 48 pon /tahun dan melepaskan oksigen yang
cukup kembali ke atmosfer untuk mendukung 2 manusia.” Ya, satu pohon dewasa
bisa mencukupi oksigen 2 orang manusia.
2. Pohon sebagai faktor penting
proses penyimpanan air tanah
Emil Salim (1993) mengatakan bahwa
“hutan mempunyai kemampuan mengatur tata air, mencegah erosi dan banjir serta
memelihara kesuburan tanah.” Keberadaan pohon jelas membantu proses
penyimpanan air di dalam tanah. Seandainya tidak ada naungan dedaunan pohon,
air hujan akan langsung menghunjam tanah dan mengalir tanpa bisa diserap oleh
tanah dan juga ikut mengalirkan tanah subur di atasnya. Hal itu tidak terjadi
jika ada pohon. Air hujan akan menerpa dedaunan terlebih dahulu dan kemudian
secara perlahan akan mengalir ke tanah. Dengan demikian tanah tidak mengalami
gempuran air hujan yang bertubi-tubi. Hal ini menyelmatkan tanah permukaan yang
subur.
Selanjutnya dedaunan pohonan yang
terjatuh di bawah pohon menjadi tempat hidup bagi organisme penunjang kesuburan
tanah seperti cacing dan hewan kecil lainnya. Perilaku hewan-hewan inilah
yang menyebabkan tanah menjadi gembur dan berpori-pori. Pada pori-pori ini lah
kemudian air mengalir ke tempat-tempat penampungan air di dalam tanah.
Selanjutnya air akan dikeluarkan secara teratur lewat sumber-sumber mata air,
sumur di rumah warga atau disimpan di sungai-sungai bawah tanah. Oleh karena
itulah maka keberadaan pohon sangat membantu proses penyimpanan air yang sangat
dibutuhkan manusia.
3. Pohon sebagai pengurang polusi
Dalam berbagai penelitian telah
disebutkan bahwa tanaman bermanfaat memperbaiki kualitas udara melalui proses
fotosintesis yang mengubah karbon dioksida (CO2) menjadi oksigen (O2). Tanaman
juga dapat menurunkan suhu udara di sekitar rumah. Beberapa ahli lingkungan
menyebutkan, setiap satu hektar lahan hijau dapat mengubah 3,7 ton CO2 dari
aktivitas manusia, pabrik, dan kendaraan bermotor menjadi dua ton O2 yang
dibutuhkan manusia. Dalam kondisi lingkungan yang polutif, maka tak ada
alasan untuk tidak menanam pohon. Semakin banyak pohon yang ditanam, semakin
nyaman lingkungan kita dan semakin bersih dari polusi-polusi.
4. Pohon sebagai pencegah bencana
Jakarta banjir, Cililin longsor…
berita seperti itu sering menghiasi media massa. Apa yang menyebabkannya,
disamping ada faktor lain, yang sering disebutkan adalah karena minimnya
pepohonan. Seperti sudah ditulis bahwa pohon mampu menghambat laju air dan
menyerapnya ke dalam tanah. Perakaran pohon juga mampu menjadi pengikat tanah.
Sehingga beberapa jenis longsoran dapat diantisipasi karena keberadaan
pepohonan ini. Karena kemampuan pohon dalam mengurangi banjir dan longsor maka
di daerah longsor dan banjir selalu dianjurkan untuk melakukan reboisasi.
5. Pohon sebagai sumber amal shaleh
Dalam sebuah riwayat disebutkan, “Nabi
memasuki kebun Ummu Ma’bad, kemudian beliau bersabda: “Wahai Ummu Ma’bad,
siapakah yang menanam kurma ini, seorang muslim atau seorang kafir?.” Ummu
Ma’bad berkata: “seorang muslim ya Rasulallah”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda: “Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu dimakan oleh
manusia, hewan atau burung kecuali hal itu merupakan shadaqah untuknya sampai
hari kiamat”. dalam riwayat lain disebutkan, “Tidaklah seorang muslim
menanam tanaman, kecuali apa yang dimakan dari tanaman tersebut merupakan
shadaqahnya (orang yang menanam). Dan apa yang dicuri dari tananman tersebut
merupakan shadaqahnya. Dan apa yang dimakan oleh binatang buas dari tanaman
tersebut merupakan shadaqahnya. Dan apa yang dimakan oleh seekor burung dari
tanaman tersebut merupakan shadaqahnya. Dan tidaklah dikurangi atau diambil
oleh seseorang dari tanaman tersebut kecuali merupakan shadaqahnya”.
Ada juga nasehat guru saya “Orang
yang menanam pohon memungkinkan untuk beramal tanpa dia sendiri mengetahui”.
Bagaimana? pohon yang kita tanam akan mengeluarkan oksigen dan menyerap polusi.
setiap hari, setiap saat. itulah amal sholehnya. tidak diketahui oleh
penanamnya.
6. Pohon sebagai penyedia makanan
bagi makhluk hidup
Media massa melaporkan
serangan monyet kepada Warga Kelurahan Todang Pulu, Sidrap, Sulawesi.
Monyet-monyet liar tersebut diduga turun gunung karena habitat mereka
terganggu. Tak hanya di Sidrap, di beberapa tempat juga sering dilaporkan hewan
liar yang datang ke kebun warga. Ketika hutan mereka dirambah dan sumber
makanan mereka berkurang tak ada pilihan lain selain mendatangi daerah yang
banyak sumber makanan yang notabene dihuni manusia. Dengan menanam pohon,
terutama pohon yang memang menjadi kesukaan para binatang maka kejadian seperti
di Sidrap bisa diminimalisir.
7. Pohon sebagai penyumbang unsur
estetika
Bayangkan jika kita hidup dalam
kungkungan beton, tak ada satupun pepohonan. Tidak nyaman dan gersang bukan.
Selain memberi kenyamanan saat terik matahari sebagai tempat berteduh, pohon
juga memberikan unsur-unsur estetikanya. Jokowi pernah mengatakan ‘pilih
tanaman estetik jangan pohon telo” tentu saja telo juga memiliki nilai estetika
sendiri. Namun Jokowi sadar bahwa keberadaan pohonan di tengah kepungan
beton memberikan nilai estetika tersendiri.
Akhirnya, seperti yang disebutkan
Gaylord Nelson, yang menjadi pemrakarsa hari bumi “Ujian terakhir bagi
kesadaran manusia kemungkinan berupa kemauanya berkorban hari ini untuk
generasi mendatang, yang ucapan terima kasih dari mereka tidak akan terdengar”
Sumber-sumber

Semangat buat kampanye hijaunya ya.semoga sukses
BalasHapus